Kronologi Kasus Gugatan DC Comics pada Wafer Superman Asal Surabaya

oleh

Kronologi Kasus Gugatan DC Comics pada Wafer Superman Asal Surabaya

Uri.co.id – Ramai tentang gugatan DC Comics tentang Wafer Superman di Indonesia mewarnai trending di Internet.

Seperti Uri.co.id kutip dari berbagai sumber pada Rabu (29/5/2019) Mahkamah Agung (MA) memenangkan wafer Superman produksi Surabaya, Indonesia, yang digugat oleh DC Comics.

Awalnya, DC Comics melayangkan gugatan terhadap perusahaan asal Surabaya tersebut, (3/4/2018).

Gugatan didaftarkan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 17/Pdt.Sus-HKI/Merek/2018/PN Niaga Jkt.Pst.

Alhasil, kerajaan bisnis yang membuat tokoh-tokoh kartun kenamaan dari Amerika Serikat tersebut harus mengakui kemenangan Superman Indonesia buatan PT Marxing Fam Makmur.

“Gugatan Penggugat (DC Comics, red) merupakan gabungan/kumulasi dari pembatalan merek Superman atas nama Tergugat dan pencoretan permintaan pendaftaran merek-merek Superman atas nama Tergugat yang sedang dimintakan pendaftarannya pada Turut Tergugat (Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM, red), yang bertujuan agar merek-merek Superman atas nama Penggugat yang didaftarkan dapat dikabulkan dan diterbitkan, sehingga gugatan seperti ini adalah gugatan yang kabur dan tidak jelas,” putus majelis kasasi yang dikutip dari website MA, Rabu (29/5/2019).

Duduk sebagai ketua majelis, hakim agung Hamdi, dengan anggota hakim agung Panji Widagdo dan Sudrajad Dimyati.

Menyatakan bahwa gugatan tersebut yang dilakukan oleh DC Comics kabur dan tidak jelas.

Oleh sebab itu, MA menyatakan putusan PN Jakpus sudah tepat, yaitu gugatan itu tidak dapat diterima.

Kasus ini bermula ketika DC Comics melayangkan gugatan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 3 April 2018.

DC Comics keberatan atas merek wafer Superman yang dibuat oleh PT Marxing Fam Makmur.

Oleh sebab itu, DC Comics meminta PN Jakpus menyatakan dirinya sebagai pemilik merek-merek Superman dan mempunyai hak ekseklusif terhadap merek-merek tersebut di wilayah Indonesia.

Selain itu, DC Comics juga meminta agar merek yang dimiliki PT Marxing Fam Makmur dibatalkan dengan segala akibat hukumnya.

Namun gugatan yang dilayangkan DC Comics kalah, pada 13 April 2018, PN Jakpus memutuskan gugatan penggunggat dalam hal ini DC Comics tidak dapat diterima.

Dan kini putusan PN Jakpus atas kasus ini diperkuat oleh putusan MA.

(Uri.co.id/Candra Isriadhi)

 

Uri.co.id ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!