Moeldoko Bocorkan Siapa Sebenarnya Dalang Berencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional saat aksi 22 Mei

oleh

Uri.co.id- Kepala Staf Keprisedenan Indonesia (KSPI) Moeldoko menyampaikan siapa dalang yang berencana dalam pembunuhan 4 tokoh nasional dalam aksi 22 Mei

Moeldoko menyampaikan hal ini saat acara Mata Najdwa bersama Jurnalis Najwa Shihab.  

Dalang upaya pembunuhan 4 tokoh nasional masih menjadi teka-teki hingga saat ini.

Untuk itu, Najwa Shihab mempertanyakan kejelasan untuk menguak dalang upaya pembunuhan tersebut.

Hal tersebut terjadi saat Moeldoko menjadi narasumber di acara Mata Najwa dilansir Uri.co.id pada Kamis (30/5).

Awalnya Najwa Shihab mempertanyakan sikap Moeldoko yang santai ketika mengetahui dirinya menjadi satu diantara tokoh yang menjadi upaya pembunuhan.

“Data lain menyebutkan anda merupakan sasaran lain yang diincar. Anda santai sekali pak menanggapinya.

Bisakah diduga motif dan siapa yang berkepentingan di belakang ini?” tanya Najwa Shihab.

“Ya nanti segera terungkap,” beber Moeldoko.

Moeldoko menuturkan, saat ini berbagai bukti telah dikumpulkan dan diproses untuk menguak dalang tersebut.

Ia juga menegaskan, dalam proses menguak dalang upaya pembunuhan tak bermaksud mencari kambing hitam di pihak manapun.
Moeldoko di acara Mata Najwa

Moeldoko di acara Mata Najwa ((YouTube/Najwa Shihab))

“Orang-orangnya ada dan juga ada BAP jadi kita enggak ada upaya untuk mengkambinghitamkan siapapun,

Semua yang saya bicarakan bisa dipertanggungjawabkan,” papar Moeldoko.

Moeldoko menilai, pihak mengikuti seluruh proses baik mengikuti jejak digital dan data tabulasi yang nantinya bisa menguak dalang upaya pembunuhan.

“Kita ikuti data tabulasi day per day, orang bersangkutan juga di BAP sehingga kita tak ada konteks mencari kambing hitam,” aku Moeldoko.

Tak hanya itu, Moeldoko menyatakan keinginan Presiden Jokowi agar persoalan dalang upaya pembunuhan tokoh nasional ini dituntaskan.

“Pak Presiden justru menginginkan persoalan ini dituntaskan,” tutur Moeldoko.

Tanggapan Mensesneg

Pengamanan terhadap Presiden Jokowi turut menjadi perhatian ketika muncul upaya pembunuhan pada sejumlah tokoh nasional.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan menyangkut keamanan Presiden Jokowi, selalu sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

“Kalau untuk keamanan, kita selalu waspada. Ada atau tidak ada ancaman, kita selalu waspada. Waspada itu sudah standar SOP,” ucapnya, Rabu (29/5/2019) di Komplek Istana Kepresidenan.

Sebagai antisipasi ditengah adanya ancaman pembunuhan pada sejumlah tokoh, diungkap Pratikno, pastinya pengamanan bagi orang nomor satu di Indonesia itu akan lebih diwaspadai.

“Selama ini kami selalu waspada, kalau kemudian ada informasi itu, ya dibuat lebih waspada saja,” tambahnya.

Baca: Peringatan Mahfud MD Agar MK, Jaga Independensi, Jangan Mau Diintervensi dan Tak Takut Diteror

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian merilis nama empat tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan.

Mereka yakni Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden bidang intelijen Gories Mere.

Hal ini disampaikan Tito dihadapan Wiranto saat menggelar konferensi pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019)

Tito melanjutkan keempat nama yang jadi target pembunuhan itu diketahui dari pemeriksaan pada enam tersangka yang telah diamankan sebelumnya terkait kerusuhan aksi 21-22 Mei dan kepemilikan senjata api ilegal.

“Dasar kami sementara ini hanya Berita Acara Pemeriksaan (BAP). BAP itu resmi, pro justicia hasil pemeriksaan pada tersangka yang sudah kami tangkap bukan karena informasi intelijen,” ucap Tito.

“‎Mereka menyampaikan nama, satu adalah betul Pak Wiranto, kedua Pak Luhut Menko Maritim, ketiga KA BIN, keempat Gories Mere. Kelima salah satu pimpinan lembaga survei, saya tidak mau sebutkan ya,” tambah Tito lagi.

Jenderal bintang empat ini memastikan pihaknya sudah memberikan pengamanan yang maksimal pada para target tersebut.

Polisi Tangkap Enam Tersangka

Polisi sudah menangkap enam tersangka dari kelompok HK yang berencana membunuh Wiranto, Luhut, Budi Gunawan, Gories Mere, dan seorang pimpinan lembaga survei.

Keenam tersangka tersebut adalah HK, IR, AD, TJ, AF, dan AZ.

Dari keenam tersangka tersebut, polisi menyita barang bukti berupa sepucuk pistol jenis Taurus kaliber 38, dua kotak berisi 93 butir peluru kaliber 38, sepucuk pistol jenis meyer kaliber 52, sebuah magazin, lima butir peluru, sebuah senjata api laras panjang rakitan kaliber 22, sebuah senjata api laras pendek rakitan kaliber 22, dan satu rompi antipeluru bertulisan polisi.

Tito menambahkan polisi sudah menangkap 400 orang dari berbagai kelompok terkait pengamanan menjelang unjuk rasa menolak kecurangan Pemilihan Umum 2019 pada 21-22 Mei lalu.

Polisi masih menyelidiki siapa yang menyuruh mereka datang ke Jakarta untuk memicu kerusuhan dan mencari tahu keterkaitan antar kelompok. Tito mencontohkan ada yang datang dari Sukabumi dengan tujuan untuk berjihad.

Belajar dari dua kerusuhan pada 21-22 Mei lalu, Tito menegaskan polisi tidak akan mengizinkan lagi kegiatan yang memobilisasi massa yang melanggar aturan seperti terjadi di depan kantor Bawaslu.

Untuk Timbulkan Rasa Takut

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menilai rencana pembunuhan terhadap pejabat negara bertujuan untuk memberikan rasa takut agar yang bersangkutan mengurangi kegiatannya, menjadi lemah.

“Tetapi kita tidak seperti itu. Biarpun ada ancaman pembunuhan, kita semua tetap bekerja keras sesuai dengan prosedur yang ada, dengan orientasi kami adalah menyelamatkan keselatan negara. Soal nyawa itu ada di tangan Tuhan Maha Kuasa, Allah subhanahu wataala,” ujar Wiranto.

Wiranto membantah tudingan sebagian masyarakat dan lembaga hak asasi manusia yang menyebut polisi telah bertindak brutal.

Dia menjelaskan aparat keamanan telah bertindak profesional, hati-hati dan sesuai prosedur standar dalam menangani unjuk rasa yang berujung kerusuhan pada 21-22 Mei di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Jakarta.

Wiranto menekankan aparat keamanan bersikap bertahan terhadap pengunjuk rasa bukan menyerang.

Dia menambahkan yang ditindak keras polisi adalah para perusuh yang menyerang asrama Brigade Mobil, kendaraan polisi. (Jakarta/news)

 Uri.co.id  Siapa Dalang di Balik Upaya Pembunuhan 4 Tokoh Nasional? Ini Pendapat Moeldoko, http://jakarta.Uri.co.id/2019/05/30/siapa-dalang-di-balik-upaya-pembunuhan-4-tokoh-nasional-ini- ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!